Kementerian Luar
Negeri (Kemlu) Indonesia belum
mau membuka hasil klarifikasi dari
tindakan penyadapan yang
dilakukan pemerintah Australia.
Sebelumnya Duta Besar Australia
Greg Moriarty memenuhi panggilan
dari kemlu yang diterima Sekjen
Kemlu Budi Bowo Laksono.
“Esensi dari pemanggilan (Moriarty)
adalah meminta klarifikasi (tentang
penyadapan)” ujar Jubir Kemlu
Michael Tene, yang ditemui oleh
wartawan di kantor Kemlu di
Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Tetapi ketika ditanya apakah benar
hasil dari pembicaraan tersebut
mengarah pada pengakuan
Australia tentang adanya tindakan
mata-mata dan penyadapan kepada
Indonesia, Tene hanya menjawab
belum mau memastikan dan hanya
melontarkan jawaban diplomatis.
“Kita masih minta klarifikasi,”
ditambahkannya. Jawaban dari
pihak Kemlu Indonesia seperti
menandakan mereka masih
menutup apa hasil dari pertemuan
atau memang belum ada
pengakuan dari perwalikilan negeri
Kangguru di Indonesia. Tene
sendiri hanya bisa memastikan
pihak kemlu masih menunggu
perkembangan terkait masalah
tersebut.
Tepat pukul 08.55 pagi Dubes
Moriarty menyambangi kantor
kemlu untuk mengklarifikasi
masalah penyadapan. Dalam
pertemuan yang tidak sampai
setengah jam tersebut Dubes
Moriarty tidak mau berkomentar
tentang hasil dialog.
Pihak Kedubes Australia
menambahkan, Dubes Moriarty
menyimak dengan baik masalah
yang diutarakan dan akan
memberikan laporan ke Pemerintah
Australia. Namun hingga kini,
Moriarty belum bisa memberikan
tanggapan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar