Jumat, 01 November 2013

Singapura Diteror Anynomous


                                            

SINGAPURA, KOMPAS.COM -
Kelompok hacker atau peretas yang
menyebut dirinya Anonymous
meneror pemerintah Singapura.


Dalam video yang dirilis di Youtube,
peretas yang mengenakan topeng
Guy Fawkes itu mengancam perang
terbuka akan terjadi jika pemerintah
negeri jiran itu memutuskan untuk
tetap membatasi kebebasan beropini
di internet.


Yahoo Singapura melaporkan, Sampai
Jumat siang ini, sejumlah situs
penting telah berhasil dijebol. Di
antaranya, situs web komite kawasan
Ang Mo Kio (konstituensi Perdana
Menteri Lee Hsien Loong), situs web
Community Foundation Partai
berkuasa, Partai Aksi Rakyat (PAP).
Terakhir, peretas menjebol dan
menuliskan ancaman di situs web
harian terbesar Singapura, Straits
Times.
“Tujuan utama kami adalah
memerotes regulasi konyol terhadap
internet.”


Tidak ada sedikit pun ketakutan dari
sosok ‘Messiah” dalam
pernyataannya di video itu. “FBI dan
NSA saja sudah kami kalahkan,
apalagi institusi intelijen dan
keamanan Singapura yang tidak ada
apa-apanya bagi kami”.


Messiah menegaskan tidak ada
pemerintah dunia manapun yang
berhak untuk membatasi kebebasan
beropini penduduknya. Messiah juga
mengecam pemerintah Singapura
yang dinilai telah mengabaikan
warganya. Dia meminta pada tanggal
5 November, seluruh warga
Singapura menggelar protes besar-
besaran dengan mengenakan busana
merah dan hitam.
Messiah menegaskan, "Jangan
macam-macam, bayangkan jika kami
menyerang dan menghancurkan
infrastruktur negara kecil ini.
Singapura akan menenggelamkan
dirinya ke kolam berisikan piranha.


Pemerintah Singapura telah
menaikkan status waspada menyusul
serangan siber ini. Investigasi besar-
besaran saat ini dilakukan untuk
membongkar identitas grup dan
mencegah penjebolan situs web
berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar