Sabtu, 02 November 2013

Jenderal Moeldoko anggota kehormatan Korps Marinir

                                           

Mungkin baru pada Jumat (1/11)
Panglima TNI Jenderal Moeldoko
merasakan bahwa waktu sepanjang
empat setengah jam berjalan serasa
seperti berlalu dalam lima menit
saja.


Hari itu menjadi hari bersejarah
bagi Moeldoko. Dia menjadi anggota
kehormatan Korps Marinir TNI AL
yang ke-31. Anggota kehormatan
Korps Marinir pertama adalah
Jenderal Besar (Purn) TNI AH
Nasution. Nasution menerima
predikat tersebut pada 15 November
1965.
Jelas tidak sembarangan sosok
didaulat sebagai warga kehormatan.

Mereka yang terpilih adalah
personel istimewa. Selain Panglima
TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan
Laut, ada sejumlah nama dari luar
negeri yang kini menjadi warga
kehormatan korps baret ungu
tersebut.


Sebut saja Jenderal Charles Chandler
Krulak, orang nomor satu di Korps
Marinir AS. Dia mengakhiri masa
bakti militernya pada tahun 1999.
Sultan Hasanal Bolkiah, pemimpin
Brunei, juga anggota kehormatan
Korps Marinir. Dia menjalani upacara
pembaretan pada 10 April 2003.


Istimewa


Salah satu hal yang membuat
budaya pembaretan anggota
kehormatan Korps Marinir terasa
sakral adalah kelengkapan ”status”,
yaitu baret, brevet Antiteror
Detasemen Jala Mangkara (Denjaka),
dan brevet Tri Media Intai Amfibi
(Taifib), datang dari langit, dibawa
tiga penerjun marinir.
Kemarin, tiga kelengkapan sakral itu
lalu disematkan kepada Panglima
TNI oleh Mayor Jenderal (Mar)
Achmad Faridz Washington.


Kotak yang berisi baret, brevet
antiteror, dan brevet Tri Media
memiliki cermin. Ini membuat
Moeldoko, yang memang sudah
menggunakan seragam loreng khas
marinir, bisa berpatut diri. Panglima
yang 8 Juli lalu genap berusia 56
tahun itu terlihat jauh lebih muda
dengan baret ungunya.


Sikap tegap pun terus
ditampilkannya ketika jenderal
bintang empat TNI Angkatan Darat
asal Kediri itu mengenakan kedua
brevet milik pasukan khusus Korps
Marinir.


”Marinir... keren enggak
Panglimamu? Gagah enggak saya?”
pekik Moeldoko lantang, memecah
keheningan.

”Auah... auah... auah.., yes,” jawab
6.000 anggota pasukan marinir.


Acara istimewa itu dihadiri Kepala
Staf TNI Angkatan Laut Laksamana
Marsetio, para mantan komandan
Korps Marinir, dan undangan lain.


Ketika melakukan konferensi jarak
jauh dengan anggota Korps Marinir
yang bertugas di pulau-pulau
terluar, Moeldoko juga menanyakan
hal yang sama. Dia lalu berpesan,
”Kebanggaan saya (mengenakan
baret ungu), sama dengan
kebanggaan kalian. Juga jadi
kebanggaan bangsa ini,” katanya.

Sumber: KOMPAS CETAK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar