Sabtu, 02 November 2013

Jakarta Harus Aman Dari Serangan Asing



Merdeka : Kepala Staf TNI
Angkatan Darat (KSAD) Jenderal
TNI Budiman dan Wakil Menhan
Sjafrie Sjamsoeddin beberapa
waktu lalu bertemu dengan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Mereka menyampaikan rencana TNI
tentang strategi pertahanan yang
tepat untuk Jakarta.


Dalam pandangan TNI, sistem
pertahanan nasional bukan hanya
di daerah-daerah perbatasan dan
daerah-daerah hutan tetapi daerah
pada penduduk seperti DKI Jakarta
juga harus dijaga ketat. Alasannya,
Jakarta merupakan pusat
pemerintahan dan pusat
perekonomian nasional.


TNI AD telah melakukan kerja
sama dengan Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo terkait tata ruang
wilayah pertahanan di Jakarta.
Selain itu, TNI AD juga akan
menempatkan alat pertahanan di
kota-kota besar sesuai dengan
demografis wilayahnya. Berikut 5
rencana TNI untuk menjadikan
Jakarta aman dari sisi pertahanan
seperti dirangkum merdeka.com,
Sabtu (2/11).


1.senjata penangkis serangan udara di gedung tinggi


TNI AD berencana memasang
sejumlah alat utama sistem
persenjataan (Alutsista) atau
senjata penangkis serangan udara
di atas gedung-gedung tinggi di
Jakarta.
"Pada gedung tinggi bisa
digunakan. Gedung yang
ditentukan tempatnya bisa buat
rata, sehingga bisa ditempatkan
senjata penangkis udara," ujar
KSAD Jenderal Budiman dalam
acara operasi katarak dan bibir
sumbing gratis memperingati hari
Juang Kartika di Silang Monas,
Jakarta Pusat, Jumat (01/11).

2.gedung tinggi sebagai pendaratan helicopter

TNI berharap di gedung-gedung
tertentu di Jakarta dapat juga
digunakan sebagai zona
pendaratan helikopter logistik yang
membawa alat berat seperti radar
dan sebagainya.
"Sehingga gedung tinggi ini harus
dibuat kokoh, bisa dilandasi
helikopter radar dan penembakan
penangkis serangan udara," kata
KSAD Jenderal Budiman.

3.markas tank di monas

Menurut dia, perang masa depan
tidak seperti dulu, di hutan atau
ditentukan di suatu daerah. Oleh
sebab itu, Jakarta sebagai pusat
pemerintahan perlu dijaga.
TNI berencana membangun
pangkalan tank di bawah Monas.
Diperkirakan luas pangkalan militer
plus parkir bawah tanah dan pusat
souvenir di bawah Monas sekitar
160 hektar. Namun detail
bangunan seperti apa belum bisa
disampaikan.
"Pembangunan dimulai 2014 nanti.
Di bawah monas nanti ada
underpass strategi pertahanan saat
kondisi darurat, yang saling
berhubungan," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Wakil Menteri
Pertahanan (Kemhan) Sjafrie
Sjamsoeddin menemui Jokowi.
Keduanya membicarakan
singkronisasi antara strategi
penataan ibu kota dengan strategi
pertahanan negara.
Apalagi, September dan Oktober
lalu, militer Indonesia bakal
menerima ratusan tank berat. Tank
itu bakal masuk Jakarta, lalu
disebarkan di satuan operasional.
Selain itu, militer juga bakal
menerima roket jarak jauh untuk
mengamankan ibu kota, serta
sejumlah pesawat tempur dan
puluhan tank amfibi.
Gubernur Jokowi akan
menindaklanjuti koordinasi dengan
Kementerian Pertahanan
sehubungan penyediaan ruang
bagi masuknya peralatan militer.

4.Kemayoran untuk pendaratan pesawat tempur

Salah satu perubahan yang akan
dilakukan adalah jalan di kawasan
Kemayoran bisa dimanfaatkan
untuk pendaratan pesawat tempur
dengan sedikit mengubah tata
ruangnya.
"Di Kemayoran bisa untuk
pendaratan pesawat. Karena ada
fly over nya itu nanti dipindah
menjadi underpass sehingga nanti
untuk pendaratan bisa dipakai
darurat," kata Jokowi.

5.Marunda untuk jalur peralatan tempur AL

Kawasan Marunda juga dibidik
untuk membantu pertahanan
melalui laut. Menurut Jokowi, ada
lahan seluas 200 hektar di kawasan
Marunda yang bisa digunakan
untuk peluncuran amfibi. "Di
Marunda itu luasnya lebih dari 200
hektar, sebagian wilayah pantainya
itu juga nanti bisa digunakan
untuk meluncurnya amfibi ke laut.
Memang, hal-hal tersebut harusnya
sudah kita rancang," kata Jokowi.
Sumber : Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar