Sabtu, 02 November 2013

Kemunafikan Negara Eropa



VIVAnews - Harian The Guardian
menurunkan laporan, penyadapan
internet bukan hanya dilakukan
Amerika Serikat dan Inggris. Jerman,
Prancis, Spanyol dan Swedia ternyata
bekerjasama dengan Markas
Komunikasi Pemerintah (GCHQ)
Inggris melakukan kegiatan
surveilans itu.


Itulah dokumen bocoran terbaru dari
GCHQ yang diperoleh Guardian dari
Edward Snowden, bekas pekerja di
National Security Agency (NSA), mitra
GCHQ di Amerika Serikat. Aliansi
intelijen negara-negara itu saling
membuka diri untuk informasi yang
diperoleh mereka dari internet.


Dokumen itu juga jelas menyebutkan
peran GCHQ sebagai pemimpin di
antara mitra-mitra Eropanya tentang
bagaimana cara mengakali hukum
nasional yang membatasi
kewenangan penyadapan mereka.
Pengungkapan dokumen ini tentu
membuat malu Jerman, Prancis dan
Spanyol yang sebelumnya bereaksi
marah ketika Snowden membuka
dokumen penyadapan NSA atas
puluhan juta warga ketiga negara
itu. Intelijen AS sendiri berkukuh,
surveilans itu dilakukan lembaga
mitra mereka di negara-negara itu
sendiri. Hanya Swedia yang relatif
diam soal fakta yang dibongkar
Guardian ini.


Direktur Intelijen Nasional AS, James
Clapper, sempat menyebut respons
pemerintah-pemerintah Eropa
setengah munafik. "Beberapa
mengingatkan saya pada film klasik
Casablanca: 'Ya Tuhan, ada
perjudian di sini'," kata Clapper.


GCHQ juga bekerjasama erat dengan
dua lembaga intelijen Belanda, MIVD
untuk eksternal dan AIVD untuk
internal. Namun kedua lembaga ini
berhadapan dengan aturan hukum
yang ketat membatasi penyadapan.
"GCHQ telah menyediakan masukan
dan saran (menghadapi itu)," kata
laporan yang dibongkar Guardian
itu.
© VIVA.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar